Postingan

Assessing maritime security`s legal framework governing vessel hijacking

Gambar
The recent hijacking of Indonesian-flagged vessels off the Philippines coast by the Abu Sayyaf group has prompted numerous comments and analyses by experts and observers in the media. However, explanations from the perspective of maritime security remain inadequate. When viewed in its non-traditional aspect, maritime security is understood exactly the way it has been discussed so far in public -- a commando assault against terrorists. Non-traditional maritime security includes piracy, armed robbery, IUU fishing and so forth. The traditional understanding of maritime security embraces, among other things, seaborne military invasion and aggression. Large sections of the public, including the media, have seen this incident of hijacking as pirate activity. The fact remains, however, that what happened was much different than what is commonly defined as piracy in various laws. To categorize a crime as piracy, according to the United Nations Convention on the Law of th...

Antara Panama, Open Registry, dan FoC

Gambar
Panama selalu menarik perhatian. Karena ia surga; surga kemudahan. Belakangan, terjadi hampir di banyak tempat dan tentu saja di Indonesia, kemudahan yang ditawarkan Panama berujung kontroversi. Publik menyebut ‘skandal’ itu dengan istilah Panama papers. Para pihak yang ditarik ke pusarannyapun bukan sembarang orang: multijutawan dan para pejabat negara yang tentu saja juga jutawan jika tidak mau disebut multijutawan. Memang, hanya merekalah yang bisa bermain-main dengan ‘kertas Panama’. Yang lain sepertinya jauh dari bisa dan kalaupun bermain paling banter dengan ‘kertas lokal’. Dari perkembangan yang hingga kini masih bergulung terkait dengan Panama papers komentar dan analisis yang masuk ke ruang publik melalui media massa kebanyakan berputar sekitar topik ekonomi dan hukum. Sementara itu, ada tema lain yang cukup menarik untuk diangkat ke permukaan tetapi luput disajikan, yaitu kemaritiman. Lantas, apa hubungan Panama dengan kemaritiman, khususnya pelayaran? Ada dua....

Comeback Maritim Iran!

Gambar
Sanksi ekonomi terhadap Iran akhirnya betul-betul dicabut setelah sebelumnya sempat ada ancaman untuk membatalkannya. Sejurus kemudian, Negeri Para Mullah itu mulai membeli ini-itu dengan nilai yang cukup fantastis. Dengan itu semua, Iran bersiap membangkitkan kembali kejayaannya salah satunya di bidang maritim. Ya, Iran pernah berjaya sebagai salah satu maritime power sebelum diembargo oleh AS dan kawan-kawan. Pencabutan sanksi menjadi pintu kembali atau comeback - nya Iran ke dalam komunitas maritim mancanegara setelah hampir 40 tahun berada di luar arena. Indonesia pun diketahui makin meningkatkan kerja samanya dengan Iran setelah embargo dicabut kendati hubungan dagang dua negara, terutama dalam bidang energi, tidak pernah surut ketika embargo masih diberlakukan. Ada hal yang menarik dari bidang maritim Iran. Kendati dia diembargo, tetap saja aktivitas perdagangannya melalui laut (seaborne trade) berjalan dengan normal. Dalam kaitan ini tercatat banyak negara menjadi...

Memahami tata kelola maritim Jepang

Gambar
 Jepang dan Indonesia berbagi predikat sebagai sama-sama negara kepulauan atau archipelagic state. Merujuk UNCLOS 1982, Artikel 46, negara kepulauan adalah a State constituted wholly by one or more archipelagos and may include other island (poin a). Sementara, yang dimaksud dengan archipelago adalah a group of islands, including parts of islands, interconnecting waters and other natural features which are so closely interrelated that such islands, waters and other natural features forms an intrinsic geographical, economic and political entity, or which historically have been regarded as such (poin b). Dari sisi jumlah, pulau-pulau di Jepang hampir mencapai 7.000 dengan luas lautan sekitar 4 juta kilometer persegi (km²). Dibandingkan dengan Indonesia, Jepang jelas ‘tidak ada apa-apanya’. Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau dengan luas lautan lebih dari 5 juta km². Namun, Jepang sudah lama melebihi Indonesia dalam berbagai sektor yang berhubungan dengan ma...

Antara Tol Laut, Bisnis Kargo dan Djakarta Lloyd

Gambar
Pidato Presiden Joko Widodo saat pelantikan medio Oktober 2014 silam di gedung MPR/DPR tentang fokus pemerintah ke depan harusnya berlatar maritim menuai banyak apresiasi. Sudah seharusnya, negeri yang sebagian besarnya adalah wilayah kelautan, memiliki pola pikir pembangunan yang berorientasi maritim. Indonesia, secara jelas, harus memanfaatkan laut sebagai jalan pembangunan. Masalahnya, meski lebih dari setengah wilayah Indonesia adalah lautan, program yang berkaitan dengan kelautan belum berjalan maksimal. Laut, dulu, masih dianggap sebatas pemisah. Bukan penghubung. Karena itu, banyak infrastruktur yang seharusnya berkembang di berbagai wilayah Indonesia tersendat. Salah satunya karena kurangnya pasokan ke daerah terpencil. Akses laut kurang dipahami secara komprehensif. Kini, konsep tol laut, yakni akses penghubung daerah lewat laut, mulai digulirkan kembali. Program pemerintah yang mengembangkan potensi laut ini sedang digelorakan agar...

Meneropong Bisnis Pelabuhan Nasional

Gambar
Banyak pihak di awal tahun berusaha memroyeksikan bisnis yang digeluti apakah akan makin berkembang atau malah mundur dalam satu tahun ke depan. Biasanya karena satu dan lain hal mereka optimistis keberuntungan yang ada semakin besar seiring bergantinya masa. Tetapi, karena satu dan lain hal pula ada juga pihak yang pesimistis dalam mengarungi usahanya. Dan, menyimak perkembangan lingkungan strategis yang melingkarinya tahun lalu, bisnis pelabuhan nasional dapatlah dikelompokan ke dalam kategori kedua. Dalam bahasa lain, lingkungan strategis tersebut akan mempengaruhi performansi bisnis pelabuhan nasional selama 2016 sehingga diramalkan dia akan cenderung melambat jika tidak mau disebut stagnan alias jalan di tempat. Karena pemain utama sektor ini adalah BUMN – pelaku swasta masih sangat terbatas baik karena alasan finansial maupun teknis -  stagnasi yang diprakirakan itu pada gilirannya akan mempengaruhi setoran mereka kepada keuangan negara.   Lalu, apa saja perub...

Refleksi Maritim Akhir Tahun

Gambar
Hanya dalam hitungan beberapa hari ke depan kita akan meninggalkan 2015 menuju 2016. Tidak terasa perjalanan sang waktu begitu cepatnya. Bagi jagat kemaritiman nasional, pergantian tahun ini menandakan genap satu tahun program poros maritim pemerintah Presiden Joko Widodo.   Ada beberapa catatan terkait visi itu yang ingin penulis sajikan dalam tulisan ini sebagai refleksi maritim akhir tahun. Pertama, selama setahun poros maritim lebih merupakan gagasan yang polos dan baru belakangan dilengkapi. Ia ditawarkan oleh Dr Rizal Sukma kepada Presiden Joko Widodo ketika pilpres 2014.   Duta besar RI untuk Inggris Raya itu menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris dengan istilah global maritime fulcrum, tetapi yang lebih banyak dipergunakan berbagai kalangan adalah istilah global maritime axis.   Adalah Presiden Jokowi yang melengkapi kepolosan konsep poros maritim dalam Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur yang digelar di Kuala Lumpur November lalu. Mantan Gubernur DKI...